Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keuangan

Turunnya Suku Bunga Diharapkan Memacu Ekspor

  REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan penurunan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 0,25 persen menjadi 5,75 persen pada Juli 2019 ini akan memacu kinerja ekspor Indonesia yang sejak awal tahun berkontribusi terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi. Penurunan suku bunga juga diharapkan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan untuk menjaga stabilitas eksternal. "Kami melihat dampaknya terhadap neraca pembayaran, ke ekspor dan impor biaya peminjaman ( borrowing cost ) dana dari perbankan akan lebih murah," kata Dody di Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/7). Pemangkasan suku bunga acuan yang sebelumnya didahului kebijakan bank sentral untuk melonggarkan, lanjut Dody, ditujukan untuk memperbaiki sisi suplai dan juga menjaga permintaan kredit. Daya intermediasi ekonomi perbankan harus ditingkatkan agar penyaluran modal produktif ke perekonomian tidak terkendala, termasuk untuk kegiatan e...

"Suku Bunga Tinggi Biang Setan", Erdogan Pecat Gubernur TCMB

Jakarta, CNBC Indonesia -  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali memecat Gubernur Bank Sentral-nya (TCMB) pada Jumat pekan lalu, alhasil nilai tukar lira Turki jeblok pada perdagangan Senin (22/3/2021).  Melansir data Refinitiv, lira Turki jeblok 13,31% ke 8,1745/US$ yang merupakan level terlemah sejak 11 November lalu. Kemerosotan lira sedikit terpangkas, pada pukul 11:39 WIB berada di level 8,1162/US$, melemah 12,51% di pasar spot . Gubernur TCMB, Nanci Agbal dipecat Presiden Erdogan pada Jumat pekan lalu tanpa memberikan alasan. Namun, pasar melihat pemecatatan tersebut dilakukan akibat Agbal yang agresif menaikkan suku bunga. Dua hari sebelum dipecat, Agbal menaikkan suku bunga sebesar 200 basis poin menjadi 19%, yang merupakan suku bunga tertinggi sejak Juli 2018. Seperti diketahui, Presiden Erdogan tidak suka bahkan bisa dikatakan benci dengan suku bunga tinggi. "Suku bunga tinggi adalah biangnya setan," tegas Erdogan, seperti dibe...

Di Demo Warga Turki, Erdogan Umumkan "Perang"

ANKARA (Arrahmah.com) — Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di ibu kota Turki , Ankara, serta kota terbesar di negara itu, Istanbul. Mereka marah dan menuntut pengunduran diri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menghadapi itu, Erdogan mengumumkan negaranya tengah menghadapi “perang”. Bukan baku tembak yang ia maksud tapi “perang perekonomian”. Dilansir Al Arabiya (23/11/2021), pengunjuk rasa berbaris di jalan-jalan lingkungan Cankaya Ankara, di mana sebagian besar gedung pemerintah Turki dan lembaga pemerintah berada. Mereka meneriakkan istifa (mundur) dan nama partai berkuasa Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Banyak yang meniup peluit, menggedor panci dan wajan untuk membuat kebisingan. Protes muncul di tengah meningkatnya krisis mata uang Lira Turki yang telah runtuh dari USD0,1 menjadi USD0,078 dalam nilainya selama sepekan terakhir. Ini menjadi penurunan terburuk sejak 2018. Dalam rapat kabinet Senin (21/11) waktu setempat, Erdogan membel...